ORGANISASI DAN ANALISIS JABATAN (MANAJEMEN SDM)
TUGAS MAKALAH
MANAJEMEN SDM :
ORGANISASI DAN ANALISIS JABATAN
DOSEN : Dewi Nur Aini
Disusun
oleh:
1. Ade
Rifqi Wira Hadi Kusuma (13311042)
2. Ahmad
Rizky Hasymy Putra (13311056)
3. Ahmad
Gufron (13311055)
4. Cahya
Kurniawan (13311052)
5. Bahrul
Ulum (13311070)
6. Ahmad
Murtaji Alvin (13311047)
7. Muhammad
Huda Ramadhana (13311094)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT
yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis
diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan makalah yang berjudul ORGANISASI DAN ANALISIS
JABATAN
Makalah ini disusun guna memenuhi
kelengkapan tugas mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Dengan
tersusunnya makalah ini adalah berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena
itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
- Dewi Nur Aini selaku Dosen
mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.
- Kedua orang tua penulis yang
selalu memberikan doa dan motivasi.
- Serta kepada teman-teman
Jurusan manajemen .
Dengan disusunnya
makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada berbagai pihak yang
membutuhkannya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun demi kesempurnaan pembuatan makalah ini untuk masa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Gresik
, September 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ....................................................................................... 2
DAFTAR ISI..................................................................................................... 3
DAFTAR ISI..................................................................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 5
A.
Latar
Belakang................................................................................ 5
B.
Rumusan Masalah........................................................................... 6
C.
Manfaat
Penulisan .......................................................................... 6
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 7
A.
Pengertian
Analisis Jabatan .................................................................. 7
B. Tujuan Analisis Jabatan ........................................................................ 8
C. Uraian Jabatan ...................................................................................... 10
a.
Spesifikasi Jabatan.................................................................... 11
b.
Standar Kinerja Jabatan............................................................. 11
c.
Design pekerjaan....................................................................... 11
d.
Factor – factor yang mempengaruhi kinerja
jabatan.................. 12
1.
Individu......................................................................... 12
2.
Teknologi yang di gunakan........................................ 14
3.
Biaya atau anggaran................................................... 14
4.
Struktur Organisasi..................................................... 14
5.
Variable Interval......................................................... 15
a.
Manajemen........................................................ 15
b.
Karyawan.......................................................... 16
c.
Mengelolah Karyawan....................................... 16
d.
Stakeholder....................................................... 18
e.
Serikat pekerjaan............................................... 19
D.
Hubungan Antara Analisis Jabatan Dan Fungsi
Manajemen
Sumber Daya Manusia.......................................................................... 19
E.
Metode
Analisis Jabatan........................................................................ 20
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 22
A.
Kesimpulan .............................................................................. 22
B.
Saran ........................................................................................ 22
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 23
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Setiap organisasi tentunya mempunyai
berbagai tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut di raih dengan
mendayagunakan sumber-sumber daya yang ada. Kendati berbagai sumber daya yang
ada penting bagi oraganisasi, satu-satunya factor yang menunjukkan keunggulan kompetitif
potensial adalah sumber daya manusia dan bagaimana sumber daya itu dikelola.
Menurut Homawan Sutanto dalam
artikelnya tentang analisa jabatan mengatakan bahwa salah satu tugas manajemen
adalah untuk mendayagunakan sumber daya yang dimiliki secara optimal.
Pendayagunaan ini sering berarti mengupayakan agar sumber daya manusia itu
mampu dan mau bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan organisasi.
Manusia akan mau dan mampu bekerja dengan baik bilamana ia ditempatkan pada
posisi dengan jabatan dan sesuai menurut minat dan kemampuannya serta bilamana
ia bisa memenuhi kebutuhannya dengan melakukan pekerjaan itu.
Tanpa pengetahuan yang memadai
tentang apa yang dilakukan oleh para karyawan atas pekerjaanya, organisasi
tidak akan membentuk prosedur sumber daya manusia yang efektif untuk memilih
,mempromosikan,melatih, menilai dan memberikan kompensasi kepada karyawan
(Henry Simamora, 2006;77). Hal ini mengkibatkan pengkajian dan pemahaman
pekerjaan melalui proses yang disebut analisis pekerjaan merupakan bagian vital
dari setiap program manajemen sumber daya manusia.
Analisis jabatan memang sangat
penting dalam organisasi untuk menempatkan orang pada suatu jabatan/pekerjaan
tertentu. Namun kenyataannya ada organisasi tidak merasa perlu untuk menbuat
uraian jabatan dan spesifikasi jabatan karena beranggapan bahwa semua karyawan
pasti tahu apa yang akan di kerjakan. Hal ini membuat kegundahan yang sangat
mendalam pada karyawan karena merasa pekerjaan yang dijalaninya tidak sesuai
dengan apa yang di bayangkan,selain itu karyawan terkadang merasa tidak
menemukan kecocokan antara pekerjaan dengan kepribadiannya sehingga evaluasi
karirnya juga menunjukkan hasil yang tidak maksimal.kenyataan tersebut mungkin
tidak asing karena hal ini dianggap wajar mengingat bahwa di masa krisis
seperti sekarang ini banyak perusahaan yang melakukan efesiensi dengan
mempekerjakan satu orang untuk beberapa bidang pekerjaan sekaligus. Sehingga
sulit membuat uraian jabatan karena nama jabatan sering tidak nyambung dengan
pekerjaan sehari-hari. Apalagi perusahaan masih tetap survive meskipun tnpa
uraian jabatan secara tertulis.
B.
PERUMUSAN MASALAH
Sesuai dengan latar belakang masalah
di atas maka kami merumuskan masalah dalam bebrapa pertanyaan:
1. Apakah analisis jabatan sebagai
dasar utama dalam peningkatan informasi terhadap kinerja pegawai ?
2. Apakah analisis jabatan dapat
mempengaruhi peningkatan efisiensi kerja pegawai atau karyawan ?
3. Apakah analisis jabatan dapat
digunakan sebagai sebagai pusat informasi untuk meningkatkan kinerja pegawai ?
C.
MANFAAT PENULISAN
Dalam makalah ini akan dibahas
mengenai analisis jabatan dan analisis pekerjaan sebagai salah satu bidang
pekerjaan perencanaan manajemen sumber daya manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Analisis Jabatan
Analisis jabatan terdiri atas dua
kata, analisis dan jabatan. Analisis merupakan aktivitas berpikir untuk
menjabarkan pokok persoalan menjadi bagian, komponen, atau unsur, serta
kemungkinan keterkaitan fungsinya. Sedangkan jabatan adalah
sekumpulan/sekelompok tugas dan tanggung jawab yang akan, sedang dan telah
dikerjakan oleh tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian
analisis pekerjaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji,
mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu
pekerjaan secara sistematis dan sistemik (Sastrohadiwiryo, 2002:127).
Analisis jabatan merupakan bagian
dari perencanaan sumber daya manusia. Menurut Flippo (1994), “Analisis jabatan
adalah proses mempelajari dan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan
operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaaan tertentu.” Flippo menekankan
bahwasanyaa ada dua kegiatan utama dalam analisis jabatan, yaitu mengumpulkan
informasi tentang operasi dan tanggung jawab suatu pekerjaan dan mempelajarinya
lebih mendalam.
Analisis Jabatan (Job Analysis) Dan Desain Pekerjaan (Job
Design)
Dalam organisasi terdapat posisi
yang harus diisi melalui pekerjaan yang ada.posisi pekerjaan yang sudah ada
biasa diketahui lewat lowongan-lowongan perusahaan.Depertemen sumber daya
manusia harus memahami bahwa untuk memelihara koordinasi pekerjaan maka
pengetahuan tentang analisis jabatan dan desain pekerjaan tidak boleh
dilewatkan.
Untuk
meraih kualitas kerja yang tinggi,organisasi harus memahami dan menyerasikan
permintaan kerja dan individu.Hal ini disebut analisis jabatan atau analisis
pengetahuan pada susunan kepegawaian,pelatihan,penilaian kinerja,dan kegiatan
sumber daya manusia lainya.sebagai contoh evaluasi penyelia pada pekerjaan
karyawan harus didasarkan pada kinerja dan tuntutan kerja. Pada perusahaan
kecil,manajer garis mungkin melaksanakan analisa jabatan,tapi biasanya
pekerjaan selesai oleh seorang professional sumber daya manusia. Beberapa
organisasi besar mungkin mempunyai department manajement kompensasi yang di
dalamnya termasuk analisis jabatan.
Menurut Dessler (2006) analisis pekerjaan merupakan
prosedur yang dilalui untuk menentukan tanggung jawab posisi-posisi yang harus
dibuatkan stafnya , dan karakteristik orang-orang yang bekerja untuk
posisi-posisi tersebut. Analisis pekerjaan memberikan informasi yang digunakan
untuk membuat deskripsi pekerjaan (daftar tentang pekerjaan tersebut), dan
spesifikasi pekerjaan (jenis orang yang harus dipekerjakan untuk pekerjaan
tersebut). Oleh sebab itu, menurut Dessler penyelia atau spesialis dalam sumber
daya manusia biasanya mengumpulkan beberapa informasi berikut melalui analisis
pekerjaan,
1.
aktivitas pekerjaan,
2.
perilaku manusia,
3.
mesin, perangkat, peralatan, dan bantuan pekerjaan,
4.
standar prestasi,
5.
konteks pekerjaan, dan
6.
persyaratan manusia.
B.
Tujuan Analisis Jabatan
Analisis jabatan penting dilakukan
sebelum diadakan perekrutan tenaga kerja. Ada beberapa manfaat yang diperoleh
dengan mengadakan analisis pekerjaan, yang juga merupakan tujuan dari
dilakukannya analisis jabatan.
Adapun tujuan analisis pekerjaan
yaitu,
2)
Memperoleh tenaga kerja pada posisi yang tepat,
3)
Memberikan kepuasan pada diri tenaga kerja,
4)
Menciptakan iklim dan kondisi kerja yang kondusif (Sastrohadiwiryo).
Sedangkan menurut Flippo (1994), hasil-hasil dari analisis
pekerjaan, seperti uraian dan spesifikasi pekerjaan akan dapat digunakan untuk
kegiatan-kegiatan sebagai berikut,
1)
Pengabsahan atas prosedur-prosedur pengangkatan,
2)
Pelatihan,
3)
Evaluasi pekerjaan,
4)
Penilaian prestasi
5)
Pengembangan karir,
6)
Organisasi,
7)
Perkenalan,
8)
Penyuluhan,
9)
Hubungan perburuhanm dan
10)
Penataan kembali pekerjaan.
Sebuah penelitian yang dikemukakan
oleh Flippo terhadap 899 perusahaan menunjukkan bahwa hasil proses analisis
pekerjaan dipergunakan untuk, membuat rincian kerja (75%), pelatihan (60%),
penyusunan tingkat upah dan gaji (90%), menilai personalia (60%), pemindahan
dan promosi (70%), pengorganisasian (50%), orientasi karyawan baru (36%),
penyuluhan (25%), dan seterusnya.
Analisis jabatan merupakan prosedur
dalam menetapkan tugas dan tuntutan keterampilan dari suatu jabatan dan orang
macam apa yang akan dipekerjakann untuk jabatan itu. Analisis menghasilkan
informasi tentang tuntutan jabaataan yang selanjutnya digunakan untuk
mengembangkan uraian jabatan yang selanjutnya digunakan untuk mengembangkan
uraian jabatan (job description) dan spesifikasih jabatan (job
spesification).Bahasa tentang uraian jabatan dan spesifikasi jabatan akan
dibahas pada subbahasan selanjutnya.
Disebutkan dalam Peraturan Menteri
Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 35 TAHUN 2012 Tentang Analisis
Jabatan Dilingkungan Kementerian Dalam Negeri Dan Pemerintah Daerah pada BAB II
Pasal 3, bahwa Tujuan analisis jabatan untuk penyusunan kebijakan
program –program Seperti:
a.
Pembinaan dan penataan
kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan.
b. Perencanaan
kebutuhan pendidikan dan pelatihan; dan
c.
Evaluasi kebijakan program pembinaan dan penataan
kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan dan perencanaan kebutuhan pendidikan
dan pelatihan.
Analisis
jabatan,di samping mengahasilkan uraian dan spesifikasi jabatan,memiliki
kegunaan lain,yaitu :
1.
Pengadaan tenaga kerja:
Spesifikasi
jabatan merupakan standart personilia yang digunakan sebagai pembanding para
calon tenaga kerja. Isi spesifikasi jabatan akan memberikan dasar pembentukan
prosedur seleksi nantinya.
2.
Pelatihan:
Isi
uraian tugas dan pekerjaan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil
keputusan,khususnya dalam hal program pelatihan dan pengembangan sumber daya
manusia.
3.
Evaluasi kinerja:
Persyaratan-persyaratan
dan uraian jabatan dapat dinilai sebagai dasar untuk menentukan nilai pegawai
dalam pemberian kompensansi yang layak.
4.
Penilaian prestasi:
Untuk
menentukan apakah pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik maka deskripsi
jabtan akan sangat membantu untuk pemilihan sasaran pekerjaan.
5.
Promosi dan transfer pegawai:
Informasi dan data pegawai akan
membantu proses pengambilan keputusan sebagai dasar program promosi dan
transfer pegawai.
6.
Organisasi:
Informasi data yang dimiliki dapat pula
membantu manajement akan untuk mengetahui sejauh mana tujuan dan sasaran tujuan
organisasi tercapai. Hal ini untuk mengindikasikan ada tidaknya yang perlu
diubah dalam suatu organisasi.
7.
Induksi:
Uraian
jabatan sangat berguna.terutama pada pegawai baru,untuk tujuan orientasi karena
akan memberikan gambaran pada pegawai baru tentang pekerjaan yang harus
dilakukan.
8.
Konsultasi:
Informasi jabatan akan bermanfaat bagi pemberisn kosultasi
baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja tetapi merasa tidak sesuai
dengan jabatan yang ada sekarang.
C.
Uraian Jabatan (Job Description)
Dalam
uraian jabatan,selain tugas-tugas,wewenang,tanggung jawab,hubungan lini,dan
kondisi kerja juga dibuat nama jabatan,kode jabatan,tanggal dibuat
penyusun,departemen,dan lokasi.
Jika organisasi membuat jabatan baru maka membutuhkan persiapan uraian
jabatan,yang menggunakan proses atau tahapan-tahapan. Uraian jabatan dapat
dibuat kembali secara periodik dan bisa diperbarui jika memang perlu. Penilaian
kinerja merupakan peluang yang baik untuk memperbarui uraian jabatan.
Bila organisasi menyiapkan beberapa uraian jabatan maka prosesnya membutuhkan
waktu.secara nyata,analisis jabtaan mungkin menggunakan kepustakaan sebagai
dasar deskripsi,seleksi untuk satu tipe pekerjaan,dan kemudian dapat
dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
a.
Spesifikasi Jabatan (Job Spesification)
Spesifikasi
jabataan berisi tentang persyaratan kualifikasi individu sehubungan dengan
posisinya pada jabatan tertentu. Pengetahuan menunjuk pada informasi prosedual
yang penting untuk keberhasilan kinerja. Keterampilan adalah tingkat kemahiran
individu dalam penyelesaian tugas. Dengan pengetahuan dan pengalaman,dapat
diperoleh kemapuan dalam pekerjaan untuk persiapan spesifikasi jabatan.
Kemampuan menunjukan kecakapan individu secara umum dan karakter lain mungkin
menjadi ciri personal individu atau motivasi positif dan dapat dikembangkan.
Beberapa jabatan juga mempunyai permintaan resmi,seperti lisensi atau
sertifikat.
Dalam mengembangakan spesifikasi jabatan,perlu mempertimbangakan semua elemen
pengetahuan,kemampuan,kecakapan,dan ciri lainnya. Dalam pencatatan deskripsi
jabatan,informasi bisa datang dari kombinasi kinerja jabatan
individu,penyelia,atau perencanaan jabatan dan pelatihan analisis jabatan.
Informasi
yang akurat tentang KSAO adalah sangat vital bagi pengambilan keputusan tentang
pengisian jabatan.
b.
Standar Kinerja Jabatan (Job performance standard)
Standar
kinerja jabatan berfungsi sebagai target akan usaha yang harus dilakukan oleh
pekerja serta sebagai kriteria untuk mengukur apakah pekerjaan tersebut
berhasil dilaksanakan ataukah tidak.
Dalam
standar kinerja jabatan dicantumkan informasi tentang target-target yang harus
dicapai dan ukuran-ukuran keberhasilan kerja. Apabiloa target dan kriteria yang
ada didalam standar kinerja jabatan ini tidak terpenuhi, maka bisa disimpulkan
bahwa pekerja tidak berhasil melaksanakan pekerjaannya dengan sukses.
c.
Desain Pekerjaan (Job Design)
Desain
pekerjaan merupakan fungsi penetapan kegiatan-kegiatan kerja seorang karyawan
secara organisasional. Sangat penting untuk melakukan desain pekerjaan,karena
orang banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Desain pekerjaan membutuhkan
struktur perjaan seprti isi,fungsi,dan hubungan pekerjaan. Kebutuhan akan
perencanaan organisasional,kebutuhan keselamatan,dan kelangsungan hidup
organisasi jelas sangat dipengaruhi oleh desain dan tata letak pabrik.
Disamping itu,kebutuhan akan afiliasi dengan manajemen maupun kelompok dan
kekuasaan sangat mempengaruhi desain pekerjaan,
Desain pekerjaan adalah proses penentuan tugas-tugas yang akan
dilaksanakan,metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tuga,dan bagaimana
pekerjaan tersebut berkaitaan dengan pekerjaan lainya dalam organisasi. Desain
pekerjaan memasukan elemen tugas ,fungsi ,hubungan,kompensasi,
keahlian,pengetahuan, kemampuan pada setiap pekerjaan. Desain pekerjaan
merupakan salah satu factor pendorong keberhasilan produktivitas organiasi.
Dari dimensi organisasi, cara pengelompokan tugas dan tanggung jawab dapat
mempengaruhi produktivitas dan biaya. Pekerjaan yang tidak terselesaikan atau
terlalu sulit untuk dilakukan serta pekerjaan yang membosankan akan menyebabkan
perputaran karyawan yang tinggi. Bagi seorng karyawan motivasi dan kepuasan
kerja menjadi dua factor penting dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Dua hal
tersebut dapat membantu pencapaian tujuan dan sasaran,terlebih jika organisasi
mampu dan memahami faktor-faktor yang mempeengaruhi ketidakberhasilan dari dua
faktor tersebut.
d.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Desain Pekerjaan
1.
Individu
Bahwa individu memiliki perbedaan
sikap, sifat, karakter,pandangan,persepsi ,sosial budaya,norma yang berbeda
untuk setiap individunya dalam organisasi yang sama. Tiap individu memiliki,
kebutuhan, tujuan, serta motivasi berbeda dalam menanggapi sebuah pekerjaan.
Peran individu dalam organisasi yang sama. Tiap individu memiliki kebutuhan,tujuan,
serta motivasi berbeda dalam menanggapi sebuah pekerjaan. Peran individu dalam
organisasi ,mempunyai arti yang sama pentingnya dengan pekerjaan itu sendiri
sehingga interaksi antara organisasi dan individu (SDM) menjadi focus perhatian
para manajer. Oleh sebab itu ,nilai-nilai baru yang sesuai dengan
tuntutan lingkungan organisasi perlu diperkenalkan dan
disosialisasikan kepada semua individu dalam organisasi.
Organisasi masa depan akan cenderung
berbentuk flat dan ramping. Bentuk organisasi konvesional yang hirarkis
akan digantikan dengan bentuk jaringan kerja atau selular yang lebeih
memberdayakan kerja sama kelompok. Melalui organisasi yang demikian setiap
individu akan memiliki informasi dengan mudah sehingga tidak selalu hanya terletak
pada pimpinan organisasi. Individu akan bekerja pada organisasi kluster dimana
individu tidak lagi terikat secara kaku dengan tingkatan manajement yang
hirarkis.
Individu
atau manusia memiliki keunikn yang tidak dimiliki oleh faktor produksi lain.
Pertama,
manusia
memiliki sisi psikologis. Artinya manusia tidak dapat dengan mudah dibongkar
pasang,seperti mesin. Individu tidak bisa diperlakukan demikian. Karyawan akan
dengan mudah bereaksi jika mereka tahu bahwa mereka dibayar lebih rendah
dari usaha yang dikeluarkan,diperlakukan tidak adil, atau di –PHK dengan alasan
sepihak tau tidak masuk akal.
Kedua,
individu
sebagai input produksi,tapi juga yang akan menikmati output-nya. Tujuan akhir
sebuah proses produksi adalah menciptakan produk dan jasa yang sesuai dengan
keinginan konsumen. Bentuk output yang dinikmati adalah gaji,insentif, bonus,
kesejahtraan, perlindungan, keamanan dan bentuk penghargaan nonmaterial
lainya. Jadi sangat tidak wajar bila ada sebuah organisasi dengan pertumbuhan
baik tetapi kesejahtraan karyawanya masih memprihatinkan.
Ketiga,
apabila
faktor produksi yang lain berkurang dalam proses produksi,tetapi manusia dalam
kurung waktu tertentu akan bertambah,yaitu bertambah keterampilan,pengalaman,
dan pengetahuan. Jadi individu mengalami proses belajar (learning process)yang
akan bermanfaat untuk kepentingan organisasi keseluruhan.
Keempat,
individu
adalah penentuan eksistensi organisasi,bahkan faktor yang mutlak
harus ada. Pengusaha boleh memiliki modal, mesin, dan material yang
berkualitas, tetapi tidak akan berfungsi baik jika tidak ada manusia yang
mengelolanya.
2.
Tegnologi yang digunakan
Tegnologi mempunyai damapak terhadap
desain pekerjaan.jenis pekerjaan, alat yang digunakan, tata letak,dan teknik
untuk menghasilkan output produk merupakan beberapa alasan penyebab kendala
yang dapat menghambat kelancaran sebuah pekerjaan.
3.
Biaya atau anggaran
Anggaran merupaakan variabel yang
kursial ditiap organisasi yang beroprasi. Apapun yang digunakan manajemen,harus
berpijak dari sisi ekonomis organisasi. Oleh karena itu sumber daya yang
representatif harus direncanakan sebagai awal langkah keberhasilan organisasi.
Manajemen harus secara kontinu menyelaraskan manfaat-manfaat desain pekerjaan
dengan pertimbangan biaya.apalagi sebuah keputusan untuk melakukan rencana
ulang desain pekerjaan baru membutuhkan energi, waktu,dan biaya yang cukup
untuk memenuhi target tersebut.
4.
Struktur organisasi
Saat ini sebuah organisasi akan
menjadi lebih lincah apabilaa digerakan oleh roda operasional yang gesit,
cakap, visioner,dan mampu melihat perubahan kedepan. Organisasi tersebut
haruslah lebih ramping untuk dapat melakukan kecepatan perubahan dan
ketidakpastian global. Oleh karena itu,struktur organisasi memang sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan desain pekerjaan. Coba kita lihat beberapa
contoh kasus organisasi yang kelimpungan mengatur konsolidasi internalnya
gara-gara terlalu gemuknya operasional yang harus ditanggung.
Bagi
dunia usaha di Indonesia, peran struktur organisasi terasa semakin penting
karena dua hal yaitu :
a) Struktur
orgaanisasi yang efektif akan mempermudah pengawasan. Seperti kita ketahaui
bahwa masalah pengawasan kegiatan badan usaha menjadi krusial,terutama sejak
tumbangnya rejim orde baru,yang mendorong keinginan kuat masyarakat untuk
menghapus KKN disegala bidang. Dengan alasan itu, penerapan Good Corporate
Governance digalakan sehingga dapat dikatakan bahwa struktur organisasi
yang efektif berdampak pada efektivitas implementasi Good Corporate
Governance .
b) Tidak
stabilnya dunia usaha diindonesia. Kita melihat sendiri bagaimana rentannya
dunia usaha terhadap gejolak mata uang asing,terutama dollar amerika.
Akibatnya,sector perdagangan dan perekonomian semakin terbuka sehingga mendorong
marakanya persaingan disejumlah industri yang semula tertutup bagi pemodal
asing atau pemodal swasta nasional. Perubahan yang terjadi begitu cepat
menuntut kesiapan kita menghadapinya dan struktur organisasi yang efektif dapat
menjadi jangkar sehingga badan usaha tidak mudah hanyut oleh gelombang
keterbukaan.
Dalam
efektivitas struktur organisasi,teori menyebutkan bahwa salah satu landasannya
adalah diferensiasi (pembagian kerja),yang dapat diliahat secara horizontal
maupun vertikal. Diferensiasi horizontal mengindikasikan pembagian kerja yang
jelas antara posisi yang berkedudukan sejajar, sedangkan diferensiasi vertical
menggambarkan pembagian kerja yang jelas antara posisi yang berkedudukan tidak
sejajar. Landasan lainya adalah integrasi,yaitu suatu mekanisme untuk
mengoordinasikan posisi-posisi yang telah didiferensiasikan. Landasan ini
penting untuk menciptakan sinergi posisi-posisi yang ada didalam struktur.
5.
Variabel Internal
a. Manajemen
Manajemen mempunyai kepentingan
sendiri dalam organisasi. Semua karyawan tentu demikian, tetapi manajemen
bertanggung jawab terhadap organisasi secara keseluruhan, suatu tanggung jawab
yang sering kali mengaharuskan manajemen menghadapi berbagai pihak yang
berkepentingan dan menyeimbangkan tuntutan yang saling bertentangan. Para
pemegang saham, misalnya, ingin pendapatan lebih besar dengan berusaha
merampingkan desain pekerjaan yang singat dan padat, sementara bagian
penelitian dan pengembangan memiliki keinginan untuk melakukan investasi yang
tentu menuntut pembentukan desain pekerjaan baru dan membutuhkan waktu dan
biaya yang besar. Contoh lain, karyawan ingin gaji yang lebih tinggi dan
berbagai tunjangan kesejahtraan laianya, masyarakat sekitar menginginkan
lingkungan yang lebih baik dan fasilitas yang layak untuk public dengan alasan
tanggung jawab sosial. Untuk menjamin organisasi tetapi dapat bertahan,
manajemen harus mengupayakan hubungan antara pihak-pihak yang berkepentingan
tetap seimbang dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
b. Karyawan
Hampir dalam semua organisasi,sifat
dari tenanga kerja adalah berubah, sebagian karena faktor demografi. Faktor ini
akan mengubah pergeseran kepentingan-kepentingan konsumsi,produk,biaya,dan
pemasaran kareana menyangkut segmen pasar yang terus berubah. Ledakan bayi era
1990-an banyak mempengaruhi orientasi produk yang merupakan kebutuhan primer
masyarakat.
c. Mengelolah karyawan
Keunggulan kompetitif dapat dicapai
melalui pengelolaan sumber daya manusia secara efektif. Hal ini dapat diperoleh
dengan menerapkan semua praktik berikut secara berkaitan,karena sulit
untuk menangani suatu tindakan bila hanya menerapkan secara terpisah.
Keamanan Employment Security
Employment Security dibutuhkan untuk
mengadapi tekanan akan perlunya kehati-hatian dan selektivitas yang tinggi
dalam memperkejakan manusia. Lebih jauh mendorong keterlibatan karyawan, karena
karyawan lebih berkeinginan untuk memberikan kontribusi terhadap proses
pekerjaan.
Selektif dalam merekrut (Selective
in Recruiting)
Merupakan jaminan dalam
pekerjaan dan kepercayaan yang dimiliki organisasi untuk kesuksesan
bersaing. Dibutuhkan kehati-hatian dan selektif dalam memilih karyawan
atau mengontrak karyawan. Bisa juga proses penyaringan ini dilakukan untuk mecari
orang yang tepat yang dapat bekerja dengan baik dalam lingkungan baru, dapat
belajar dan berkembang sehingga membutuhkan supervisi yang lebih sedikit.
Upaya yang tinggi
Bagi organisasi yang ingin
memperkerjakan karyawan berkompeten, kompensasi yang tinggi merupakan salah
satu kunci. Tingkat upah yang tinggi akan memberikan kemampuan akan lebih
selektif dalam menemukan orang yang dapat dilatih dan bertanggung jawab
terhadap organisasi. Terdapat kesan bahwa organisasi yang memberikan upah
tinggi pada karyawanya maka organisasi tersebut adalah organisasi yang sangat
menghargai karyawannya.
Pembayaran insentif
Bahwa pekerjaan dan kepuasan kerja
karyawan akan sangat bergantung pada insentif sebagai salah satu faktor
motivasi. Pendorong seperti pengakuan, jaminan keadilan, dan insentif materiil
dan nonmaterial akan berpengaruh besar kepada karyawan.
Employee ownership
Memberikan dua keuntungan. Pertama ,
karyawan yang memiliki keinginan terhadap kepemilikan saham organisasi dapat
disejajarkan keinginan tersebut dengan pemegang saham. Tentunya manajemen
konflik perlu dilakukan perlakuan secara kontinu guna diminimalkan. Kedua
,karyawan mempunyai sikap jangka panjang terhadap organisasi,tentang
strategi,kebijakan, investasi, dan maneuver keuangan.
Information sharing
Karyawan adalah asset organisasi
yang mempunyai keunggulan bersaing terutama dengan pesaing organisasi. Oleh
karena itu, organisasi perlu berhati-hati dan tidak memberikan sejumlaah besar
informasi pada karyawan karena rawan terjadi kebocoran pada pihak pesaing.
Partisipasi dan pemberian wewenang
Informasi yang diketahui oleh semua
jenjang manajemen memudahkan karyawan untuk bekerja sama dan berpartisipasi
guna pengambilan keputusan yang lebih cepat serta mendukung adanya
desentralisasi. Keputusan dan produktivitas kerja karyawan akan meningkat akan
meningkatkan dengan adanya partisipasi karyawan.
Self – managed teams
Organisasi yang mempunyai tim yang
solid cenderung memperoleh hasil yang memuaskan. Keuntungan yang didapat
diantaranya dalam hal mengurangi biaya material, delegasi wewenang, dan metode
produksi karena semua itu dapat ditangani dan dikelola secara tim.
Pelatihan dan pengembangan keterampilan
Pelatihan dan pengembangan
keterampilan merupakan bagian penting dari proses manajemen SDM yang tidak
terpisahkan. Pelatihan akan memberikan hasil positif hanya jika karyawan
diberikan kesempataan untuk menggunakan keahlian tersebut. Perbaikan juga perlu
dilakukan pada perubahan struktur kerja. Pelatihan tidak hanya menunjukan
komitmen organisasi terhadap karyawan, tapi juga fasilitas akan lengkap dengan
orang-orang yang memiliki kualifikasi tinggi yang telah secara spesifik dilatih
untuk pekerjaan baru.
Cross – utilization and cross –
training
Keragaman dalam pekerjaan akan
membuat tantangan baru sekaligus menumbuhkan motivasi dalam bekerja. Adanya
keragaman dalam pekerjaan memberikan peluang terhadap perubahan dalam aktivitas
dan secara potensial akan membawa perubahan kemampuan karyawan dalam hubungan
dengan rekan kerja.
Symbolic – egalitarianism
Hambatan untuk mendesentralisasikan
pengambilan keputusan adalah dengan self – managed team. Oleh
karena itu, banyak organisasi terkenal yang mencapai keunggulan bersaing
melalui orang-orang dengan sejumlah bentuk egalitarianisme. Egalitarianisme
adalah sejumlah cara untuk memberikan tanda, baik bagi orang dari luar
organisasi dan dalam organisasi bahwa terdapat persamaan kompratif.
Kompresi upah
Kompresi upah dapat berjalan efektif
apabila ada kerja sama dan saling membantu untuk pencapaian selesainya
pekerjaan dengan mengurangi kompetisi interpersonal.
Promosi internal (promotion within)
Metode ini memberikan kesempatan
peluang promosi bagi karyawan. Promosi akan memberikan fasilitas
desentralisasi, partisipasi, dan delegasi. Promosi memberikan tanggung jawab
pada penyela untuk mengoordinasikan upaya bawahanya. Promosi juga menawarkan
insentif yang lebih baik dalam pekerjaan. promosi juga memastikan bahwa orang
dalam suatu oposisi manajemen secara actual mengetahui sesuatu tentang bisnis,
tegnologi, dan operasional dalam pekerjaan.
d. Stakeholder
Struktur yang mengatur organisasi
public yang besar memungkinkan pemegang saham untuk mempengaruhi hak suara.
Berbagai pihak yang terkait dengan pengoperasian suatu
organisasi di antaranya:
·
Pemerintah atas pajak.
·
Pemegang saham atas nilai organisasi dan atau deviden serta
hak suaranya.
·
Pemberi pinjaman atas keamanan pengembalian pinjaman
organisasi.
·
Karyawan atas gaji,keadilan dalam kenaikan gaji &
posisi
·
Manajer atass bonus dan keadilan dalam penilaian kinerjanya.
·
Pimpinan puncak atas keamanan jika diambil ahli dan
remunerasinya.
·
Masyarakat atas lingkungan hidup dan public goods yang
disediakan pemerintah.
e. Serikat pekerjaan
Organisasi pada saat ini,harus
sangat perduli terhadap kepentingan karyawan. Bila organisasi hanya memikirkan
kepentingannya sendiri dan menganggap karyawan atau serikat buruh sebagai objek
produksi maka tujuan efektivitas organisasi akan terrrhambat. Banyak
kasus-kasus organisasi local dan multinasional yang sudah mengalami
permasalahan dengan serikat buruhnya. Saat ini serikat pekerja mengalami
pergeseran dari hanya memiliki sebuah status komite karyawan menjadi organisasi
yang lebih solid dengan membwa kepentingan hakiki dari hak dan kewajiban
sebenarnya dari para karyawan tidak merasa khawatir dan takut karena ada
jaminan perlindungan pada pekerjaan mereka.
D.
HUBUNGAN ANTARA ANALISIS JABATAN DAN FUNGSI MANAJEMEN SUMBER
DAYA MANUSIA
Informasi yang diperoleh dari
analisis jabatan berguna bagi perencanaan dan impelementasi fungsi atau
aktivitas manajemen SDM yang lain.
Beberapa
kenggunaan analisis jabatan:
1.
rancangan dan struktur organisasi
2.
perencanaan sumber daya manusia
3.
evaluasi jabatan dan balas jasa
4.
rekrutmen
5.
seleksi
6.
penempatan
7.
orientasi pelatihan dan pengembangan
8.
penilaian kinerja
9.
perencanaan jalur karier
10.
hubungan pekerja
11.
perancangan peralatan dan perbaikan metode kerja
12.
perancangan jabatan /pekerjaan
13.
keslamatan kerjaan.
Langkah pokok dalam manajemen sumber
daya manusia berdasarkan informasi analisis jabatan:
1. mengevaluasi pengaruh lingkungan
terhadap pekerjaan
2. menghilangkan persyaratan jabatan
yang tidak perlu,yang dapat menciptakan
disriminasi pengadaan tenaga kerja.
3. Merencanakan kebutuhan sumber daya
manusia dimasa depan
4. Mencocokan pelamar dengan lowongan
yang tersedia
5. Menentukan kebutuhan pelatihan bagi
karyawan yang baru dan karyawan
berpengalaman
6. Membuat rencana pengembangan potensi
karyawan
7. Menetapkan standard kinerja
realistis
8. Menetapkan karyawan pada pekerjaan
yang memungkinkan menggunakan
keterampilan secara efektif.
E.
METODE ANALISIS JABATAN
Pengumpulan informasi tentang sebuah
jabatan
dapat dilakukan dengan menggunakan sejumlah teknik tertentu. Berikut ini adalah
beberapa metode pengumpulan data yang lazim digunakan oleh analisis jabatan
untuk memperoleh data dan informasi jabatan.
Angket Terstruktur.
Dengan
cara ini, kepada para pekerja disajikan daftar tugas – tugas, daftar perilaku
kinerja (misalnya, melakukan negosiasi, mengoordisanikan, menggunakan kedua
tanga), atau keduanya, fokus tugas – tugas itu terletak pada apa yang dihasilkan.
Ini adalah pendekatan berorientasi pada pekerjaan (job oriented approach).
Di sisi lain, perilaku kerja berfokus pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan
ini merupakan worker – oriented approach).
Pengamatan
Analisis
mengamati seorang pekerja atau sekelompok pekerja yang sedang melakukan sebuah
pekerjaan. Tanpa invervensi apapun, analisis mencatat tentang apa, mengapa, dan
bagaimana berbagai bagian pekerjaan itu dilakukan. Biasanya, informasi ini
dicatat dalam sebuah formulis standar.
Wawancara
Untuk
pekerjaan – pekerjaan yang tidak memungkinkan analisis untuk benar – benar
melakukan pekerjaan tersebut (misalnya: penerbangan) atau bila pengamatan tidak
praktis untuk dilaksanakan (misalnya: arsitek), maka analisis perlu
mengandalkan deskripsi dari pekerja itu sendiri tentang apa yang ia kerjakan,
mengapa dan bagaimana pekerjaan itu dilakukan.
Catatan
Karyawan
Mirip dengan metode wawancara,
dengan metode ini analisis menyandarkan diri pada informasi yang berasal dari
catatan karyawan tentang apa, mengapa, dan bagaimana ia melakukan pekerjaan.
Kinerja
Dengan pendekatan ini,analisis
benar – benar melakukan pekerjaan yang sedang dikajinya untuk
memperoleh informasi tangan pertama tentang sebuah pekerjaan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Analisis
jabatan adalah proses pengumpulan dan pemeriksaan atas aktivitas kerja utama di
dalam sebuah posisi serta kualifikasi (keahlian, pengetahuan, kemampuan serta
sifat individu lainya) yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas tersebut.
Pengumpulan
data dalam analisa jabatan dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu
:Observasi, Wawancara, Kuesioner, dan Catatan Harian Kerja Karyawan.
Proses
penyelenggaraan dalam analisa jabatan ada beberapa tahap-tahap,
yaitu:Tahapan Persiapan, Pengumpulan Data, Kombinasi, Pengolahan data, dan
diskusihasilpengolahandata
B.
SARAN
Dalam makalah ini kami penulis
menyarankan agar analisis jabatan hendaknya dijalankan dengan sebaik
mungkin, mengingat begitu pentingnya peran dan fungsi sumber daya manusia dalam
rangka pencapaian tujuan yang ditetapkan organisasi dalam informasi mengenai
analisis jabatan. Perkembangan psikologi manusia perlu menjadi perhatian utama
bagi manajer sumber daya manusia, dalam rangka melakukan manajemen terhadap
sumber daya manusia dalam organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Moekijat,Drs,
1992. Analisis Jabatan, Mandar Maju,Bandung
Hanggraeni,
dewi. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia.
Maitland,
iain. 1991. Petunjuk Merekrut Karyawan, Institusi PPM dengan PT Pustaka
Binaman Pressindo.
Mangkuprawira,
TB.Syafri. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik, Penerbit
Ghalia Indonesia.
Moekijat,
Drs, 2008. Administrasi Perkantoran, Penerbit CV. Mandar Maju
Rachmawati,
ike kusdyah, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit CV. ANDI
OFFSET (penerbit andi).
Manullang M,
Dra, 1981. Manajemen Personalia, Penerbit Ghalia Indonesia.
Peraturan MenteriI Dalam Negeri Republik Indonesia,Nomor 35 Tahun 2012,Tentang
Analisis Jabatan Di Lingkungan Kementrian Dalam Negeri Dan
Pemerintah Daerah.
Dessler, Gary. 2006. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta: Indeks

ingin Copas Silahkan Izin Lewat Email (aderifqi10@gmail.com)
BalasHapus